Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6

Page 1 of 6
next >

R. Myrna Nur Sakinah. Identitas dan Isu Politik Pada Tokoh Perempuan “Putri Cina dan Giok Tien” dalam Novel

Putri Cina Karya Sindhunata

24

Identitas dan Isu Politik Pada Tokoh Perempuan “Putri Cina dan Giok Tien” dalam

Novel Putri Cina karya Shindunata

(Kajian Poskolonial)

R. Myrna Nur Sakinah

1

ABSTRACT

This research discusses two problems to explain about Identity and Political Issues of novel “Putri

Cina” by Shindunata. This novel has strength to find Identity and Political Issues of Javanese and

Chinese people. This research disscusses about Said’s postcolonial theory. From this analysis found

that Identity and Political Issues of this novel “Putri Cina” by Shindunata will be identified by her

exsistensi of Javanese and Chinese people.

Keywords: ras, exsistence, identity, and politic

ABSTRAK

Penelitian ini membahas dua permasalahan tentang Identitas dan Isu Politik yang terdapat pada

novel “Putri Cina” karya Shindunata. Karya ini memiliki kekuatan dalam mengungkap Identitas dan

Isu Politik. Hal ini dipengaruhi oleh posisi “Putri Cina” ditengah masyarakat Jawa dan Cina.

Penelitian ini membahas kajian Postkolonial Said. Dari hasil analisis ditemukan bahwa identitas

dan Isu Politik pada novel “Putri Cina” karya Shindunata ini direpresentasikan dalam eksistensinya

ditengah masyarakat Jawa dan Cina.

Kata kunci: ras, eksistensi, identitas, dan politik

A.

Pendahuluan

1.

Latar Belakang Penelitian

Perempuan Cina yang berada di Indonesia, khususnya yang menempati wilayah tanah Jawa

merupakan sebagian dari masyarakat Indonesia yang heterogen. Perempuan Cina memiliki

citra atau gambaran yang dapat dilihat dari fisik, perilaku, kejiwaan, dan tanggapan

masyarakat. Dalam bermasyarakat, perempuan Cina juga memiliki peran penting dalam

proses pembauran, karena syarat dari terbentuknya masyarakat yang heterogen adalah

mereka yang dapat saling melengkapi satu dengan yang lain.

Novel “Putri Cina” karya Shindunata ini menggambarkan bagaimana kedudukan

perempuan Cina yang berada di tengah masyarakat yang identitasnya selalu diragukan.

Pencarian jati diri merupakan tujuan utamanya dalam upaya mencari identitas

keberadaanya. Keberadaan perempuan Cina dalam novel “Putri Cina” karya Sindhunata ini

selalu dianggap remeh dan dianggap sebagai warga yang tidak mempunyai tanah air, bahkan

keberadaannya merupakan satu malapetaka besar bagi rakyat, karena keberadaanya

1

Mahasiswi program Pasca Sarjana jurusan Sastra Kontemporer, Universitas Padjadjaran Bandung